Branded Hotel Room Network

  • Born In Indonesia
  • Leading In Thailand, Philippines & Malaysia
  • Growing Across Asia

Jakartakita.com Sinar Mas HOME BERITA BISNIS GAYA HIDUP HIBURAN TENTANG JAKARTA WHERE TO GO TRANSPORTASI TENTANG KAMI

Back to Press Releases
Indonesia, 03 December 2015

Jakartakita.com – Industri perhotelan Asia, khususnya Indonesia akan mengalami perubahan dengan diperkenalkannya Nida Rooms, sebagai Virtual Hotel Operator (VHO) oleh Global Rooms Limited.

Seperti internet aggregator pada layanan taxi dan pengiriman makanan pada umumnya, sekarang pelanggan dapat memesan ribuan kamar hotel di Indonesia dan Malaysia beserta lokasi dan harga yang terjangkau dengan mudah di layar smartphone mereka, melalui aplikasi seluler Nida Rooms.

300 rekanan hotel Nida Rooms di Indonesia telah siap untuk menerima pesanan kamar dan memastikan setiap pelanggan mendapatkan “A Good Night. Every Night”. Seluruh kamar Nida Room dilengkapi dengan wifi, hot shower, AC, dan aminities.

Pelanggan dapat memesan kamar melalui Nida Rooms kapanpun, dimanapun melalui aplikasi seluler Nida Rooms yang dapat di download melalui Google Play Store. Aplikasi seluler pada App. Store akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Kepada Jakartakita.com, Co-Founder & Chief Executive Officer Nida Rooms, Kaneswaran Avili, mengungkapkan bahwa model bisnis VHO berasal dari India lebih dari 18 bulan lalu. Namun, saat ini Nida Rooms merupakan VHO No. 1 di Dunia.

Nida Rooms

foto : istimewa

“Pada akhir bulan ini, Nida Rooms menargetkan memiliki 2 juta kamar yang siap dipesan oleh pelanggan. Jumlah ini akan terus bertambah menjadi lebih dari 10 juta kamar pada Q2 tahun 2016, seiring diluncurkannya Nida Rooms di Thailand, Filipina dan Singapura pada bulan depan,” katanya disela-sela acara peluncuran Nida Rooms di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Dituturkan, ide membuat bisnis model Nida Rooms tercetus berdasarkan pengalaman pribadi, dimana sangat sulit menemukan hotel yang menawarkan layanan maksimal dengan harga yang terjangkau di Asia Tenggara. Nida Rooms merupakan layanan pemesanan berbasis smartphone yang menawarkan beragam pilihan hotel di lokasi yang strategis, harga yang terjangkau serta pemesanan instan.

Pada tahap awal, lanjut dia, Nida Rooms akan fokus pada hotel kelas menengah dan bawah yang memiliki lokasi strategis.

Mengenai operasional bisnis di Indonesia, Anna E. Dartania selaku Country Director PT Global Rooms Indonesia, mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara tujuan utama yang terus berkembang.

“Kami telah memiliki kamar hotel di berbagai wilayah strategis di Indonesia, seperti; Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bali, Bandung, Kalimantan dan Sulawesi. Hingga akhir kuarter pertama tahun 2016, NIDA Rooms akan hadir di setiap kota di Indonesia dengan menawarkan pelayananan kamar yang maksimal bagisetiap pelanggan, kapanpun dimanapun,” jelasnya.

Ia berharap, Nida Rooms Indonesia dapat menjadi motor perubahan dan mendorong pertumbuhan bisnis perhotelan di Indonesia melalui layanan berbasis smartphone. “Wisatawan asing akan lebih mudah untuk memesan dan mendapatkan konfirmasi pemesanan boutique hotel mereka di berbagai lokasi, seperti di Kuta atau Legian,” ujarnya.

Asal tahu saja, Global Rooms akan menginfestasikan modal sebesar Rp 100 Miliar untuk operasional NIDA Rooms Indonesia dalam jangka waktu 18 bulan kedepan.

Selain Indonesia, NIDA Rooms juga telah hadir di lebih dari 100 lokasi di Malaysia dan akan melakukan ekspansi bisnis ke Thailand, Filipina dan Singapura bulan depan.

Dennis Melka selaku Global Rooms Limited’s Chairman, mengungapkan bahwa pihaknya akan melakukan kerjasama erat dengan rekanan hotel kami di Asia Tenggara untuk memberikan pengalaman luar biasa kepada setiap pelanggan kami.

“Kami menjadi yang pertama di dunia yang menggunakan model internet aggregator untuk industri perhotelan secara internasional dan pada bulan depan kami akan menjadi pemain utama untuk wilayah Asia Tenggara, yang dihuni oleh lebih dari 550 juta orang. Kami akan terus memperluas jangkauan kami secara global di berbagai negara yang minim pemasaran untuk segmen bisnis perhotelan kelas bawah dan menengah,” tandasnya.